![]() |
| ilustrasi, penulis yang sedang sujud di gurun pasir siwa, Egypt |
"kita tidak akan bisa untuk mengembalikan hari-hari yang lalu, namun kewajiban kita adalah berusaha untuk merancang dan memperbaiki", demikian kira-kira kata dari suatu ungkapan. Betapa banyak dari kita yang pesimis karena terlalu banyak memikirkan masa lalu Padahal banyak hal yang bisa ia lakukan untuk memperbaiki kehidupan selanjutnya.
Sejarah telah mencatat orang-orang yang sukses menempuh hidupnya dengan menekuni bidang keilmuannya, seperti Ibnu bathutah, yang terkenal atas jelajahannya dengan menggunakan kapal layar. Maka bisa kita simpulkan bahwa inti dari permasalahan adalah bagaimana kita bisa memenej waktu dan melaksanakan program-program yang menunjang kemampuan dan skill kita.
Cukup satu bidang yang kita kuasai, lebih baik ketimbang hanya memiliki setengah-setengah dari ilmu itu. Kata "fokus" merupakan predikat utama untuk mendapatkan suatu ilmu pengetahuan, ilmu apapun itu. dengan ilmu yang kita miliki kita akan lebih akurat dalam bergaul dengan satu sama lain, dibandingkan dengan orang yang tak mempunya ilmu.
Ada istilah juga "sesuatu itu berawal dari mimpi", benar kita katakan. Bagaiman bisa seseorang melakukan pekerjaan atau sesuatu tanpa memiliki mimpi, dan rancangan. Tapi ada satu konsekuansi yang harus kita ikuti yaitu, siap bermimpi maka ia harus siap menuai. Karena sudah menjadi kunci awal bagi manusia dalam mengembangkan hidupnya, baik tekhnologi, pertanian, pembangunan dan lain sebagainya.
Bermimpi, bekerja, dan Tawakal.
Hidup hanya sekali, hiduplah berarti.
